18 Oktober 2012
SEMARANG, suaramerdeka.com 

Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) menjadi langkah antisipasi untuk sertifikasi kompetensi wartawan. Karena itu, ke depan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) berupaya meningkatkan perluasan kesempatan untuk jurnalis di 33 provinsi agar bisa mengikuti SJI.

"Perkembangan Iptek sangat berpengaruh terhadap perubahan sikap kerja dan praktek wartawan. Peningkatan kompetensi wartawan mutlak dilakukan untuk mencetak jurnalis yang profesional," ujar Ketua Bidang Pendidikan PWI Marah Saksi Siregar di Semarang, Kamis (18/10).

Hal itu disampaikan saat membuka Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) Tingkat Muda Angkatan III/2012 yang diprakarsai PWI Pusat, Kemendikbud, UNESCO, PWI Jateng dan  Pemerintah Provinsi Jateng. Pembukaan pelatihan ini juga dihadiri Ketua PWI Jateng Hendro Basuki dan Kepala Dinas Pendidikan Jateng, Nur Hadi Amiyanto.

Menurut Marah, Dewan Pers telah mencanangkan sertifikasi wartawan sebagai bagian ratifikasi perusahaan pers pada tahun ini. Sertifikasi tersebut mutlak sebagai upaya  peningkatan profesionalitas wartawan.

Lebih lanjut, dia mengatakan, SJI menjadi jembatan bagi wartawan untuk bekerja profesional. Karena itu, lulusan SJI nantinya diharapkan bisa menghasilkan karya  jusnalistik yang benar, membangun serta berimbang. Selain itu, mereka bisa menjadi contoh bagi wartawan lain yang belum mengikuti pendidikan SJI.

Ketua PWI Jateng Hendro Basuki mengatakan, masih banyak jurnalis yang belum mengenyam pendidikan jurnalistik secara komprehensif. Karena itu, pendidikan jurnalis secara berjenjang ini diperlukan untuk menghasilkan wartawan profesional.

"SJI ini ibaratnya Lemhanas (Lembaga Ketahanan Nasional-red) bagi wartawan. Di mana jurnalis mendapat materi dan kurikulum pembelajaran tentang prinsip dasar jurnalisme dan kode etik," tandasnya.

Dia juga menekankan pentingnya jurnalis mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk mengukur kompetensinya. UKW sendiri, dilaksanakan diakhir pelatihan. Adapun  peserta didik SJI selain akan mengikuti proses evaluasi juga akan diikutsertakan dalam UKW. Pelatihan SJI diselenggarakan mulai 18-31 Oktober, sedangkan UKW digelar 1-2 November.

"Selain peserta SJI, kesempatan UKW juga diperuntukkan untuk umum. Kalau ada rekan-rekan wartawan yang ingin mengikuti uji kompetensi bisa mendaftarkan ke sekretariat PWI Jateng di Gedung Pers Jateng," tukasnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Jateng, Nur Hadi Amiyanto.Dalam menyikapi kebebasan pers, seringkali praktek yang dilakukan cenderung kebablasan. Karena itu, dia berharap dengan adanya upaya peningkatan kompetensi wartawan ini bisa mencetak jurnalis yang tidak hanya menguasai teknik mencari berita tapi juga memahami kode etik.

Adapun kegiatan SJI ini diikuti 35 jurnalis se-Jateng dan materi disampaikan oleh 14 orang pengajar dari kalangan akademisi maupun praktisi media. Secara nasional, PWI  telah mendidik 500 jurnalis yang tersebar di sembilan provinsi serta 1.700 jurnalis telah tersertifikasi melalui UKW.

( Hartatik , Krisnaji Satriawan / CN27 / JBSM )

sumber: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/10/18/133142/SJI-Lemhanas-Bagi-Wartawan